BeritaSatu Logo
Updated: Fri, 31 Aug 2012 17:08:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal Ekonomi

Pelindo III: Eco Green Port 42 Pelabuhan Butuh Listrik



Berita Satu

BERITASATU.COM - Untuk mewujudkan itu, dibutuhkan pasokan listrik memadai.

PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) siap mewujudkan pelabuhan berkonsep hijau dan ramah lingkungan (Eco Green Port) pada 42 pelabuhan yang dikelolanya di tujuh provinsi di Indonesia.

Untuk mewujudkan itu, dibutuhkan pasokan listrik memadai.

"Kami akan mengurangi penggunaan mesin diesel di pelabuhan sheingga polusi udara bisa berkurang,” ungkap Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Djarwo Surjanto dalam keterangan tertulisnya, hari ini.

Djarwo menambahkan, untuk mewujudkan wacana Eco Green Port perseroan membutuhkan aliran listrik. Pelindo III berharap PLN dapat membantu menciptakan pelabuhan yang ramah lingkungan.

“Nanti kita identifikasi bersama antara Pelindo III dan PLN, berapa daya listrik yang dibutuhkan di tiap-tiap pelabuhan, juga berapa investasi yang dibutuhkan untuk itu semua,” tambah Djarwo.

Senior Manager Pemeliharaan Fasilitas Pelindo III Prasetyadi menjelaskan, kebutuhan listrik di pelabuhan saat ini cukup besar. Misalnya, kebutuhan daya di Pelabuhan Tanjung Perak mencapai 14 Mega Watt (MW). Kebutuhan tersebut digunakan untuk perkantoran, penerangan jalan, penerangan lapangan penumpukan, industri, dan kebutuhan lainnya.

“Kebutuhan listrik di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) cukup tinggi mencapai 4 megawatt (MW). Kini tengah direncanakan penambahan daya sebesar 10 MW yang digunakan untuk supply daya 11 Container Crane yang saat ini kebutuhan listriknya dipenuhi dari genset,” kata Prasetyadi.

Pelindo III juga mengaku telah melakukan perhitungan kebutuhan daya yang nantinya dibutuhkan untuk pengoperasian Terminal Multipurpose Teluk Lamong.

Di sisi lain, Direktur Utama PLN Nur Pamudji menyambut positif upaya yang dilakukan kedua BUMN tersebut. PLN selain sebagai bentuk sinergi antar BUMN, kerjasama itu nantinya akan membuahkan satu perusahaan patungan atau joint venture.

“Kita akan lihat potensinya, kita kaji aspek bisnis dan finasialnya, kita lihat study kelayakannya, jika memang memungkinkan, PLN dan Pelindo III akan membentuk perusahaan patungan,” jelas Nur Pamudji.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.341 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.374 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    912 respon

Total Respon: 9.627
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft