BeritaSatu Logo
Updated: Wed, 03 Oct 2012 13:10:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal Ekonomi

MPBI: Jutaan Buruh Mogok Kerja Nasional



Berita Satu

BERITASATU.COM - Sedikitnya empat juta buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) menegaskan tetap akan menggelar mogok kerja nasional pada Rabu (3/10).

Rencana unjuk rasa tersebut sedianya dilakukan selama lima hari berturut-turut, namun dikurangi hanya menjadi sehari seusai perwakilan buruh mengadakan pertemuan dengan pemerintah.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menjelaskan berkurangnya rencana waktu demonstrasi tersebut disebabkan karena pemerintah dinilai telah beriktikad baik dan bersikap kooperatif terhadap tuntutan para buruh.

Dia juga mengapresiasi keinginan pemerintah untuk melakukan musyawarah dengan para buruh dan akan menyesuaikan aturan yang ada secara bertahap.

"Walaupun belum ada kesepahaman, akhirnya kami memutuskan mogok nasional tetap dilakukan 3 Oktober. Tapi kami menurunkan dari rencana lima hari menjadi satu hari dengan melihat kondisi. Kami tetap laksanakan mogok nasional karena sudah dikonsolidasikan lama dan belum ada penyelesaian memadai," jelas Said seusai mengadakan pertemuan dengan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (2/10).

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengakui aksi mogok itu akan mengganggu iklim usaha dan investasi di Tanah Air, terlebih jika terjadi penutupan jalan tol dan aksi anarkistis.

Namun, dia mengatakan pemerintah dan serikat pekerja telah menemukan kata sepakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut, sehingga waktu aksi mogok berkurang menjadi hanya sehari dan tidak akan ada aksi anarkis.

"Dialog akan tetap dilanjutkan. Nanti Menakertrans dengan koordinasi kantor Menko sama-sama membahas solusi terbaik. Kami minta mogok tersebut dibatalkan, namun dari serikat hanya mengurangi dari lima hari besok itu akan ada mogok," imbuhnya.

Hatta juga minta supaya para pekerja membiarkan industri-industri tetap berjalan supaya tidak ada satupun perusahaan yang dirugikan. Dia ingin unjuk rasa tidak mengganggu kepentingan nasional dan akan semakin membaik ke depannya dengan jalan musyawarah.

Sebelumnya MBPI memastikan lebih dari dua juta buruh di berbagai lokasi dan kawasan industri seluruh Indonesia akan mogok nasional.

Peringatan keras

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menjelaskan aksi merupakan bentuk peringatan keras bagi pemerintah.

Selama ini, pemerintah tidak merespons tiga tuntutan para buruh dan pekerja yang telah disepakati pada tahun lalu, yakni aturan terkait permasalahan upah layak, outsourcing, dan jaminan sosial.

"Kami sudah banyak menempuh jalan tapi belum ada respons pemerintah. Pada aksi pertama MPBI akan ada 2,8 juta anggota dari tiga federasi besar di 14 kota provinsi dan mereka sudah siap, tinggal tunggu surat perintah jalan. Tidak ada tunggangan politik dari manapun dan aksi ini bukan untuk menjatuhkan pemerintahan SBY-Boediono,” tukas Andi beberapa waktu lalu.

Mudhofir, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), menambahkan tujuan aksi ini adalah supaya Menakertrans Muhaimin Iskandar dan Menko Perekonomian Hatta Rajasa bisa langsung merespon tuntutan para buruh dan pekerja.

Dia juga menyatakan pemerintah sudah tidak boleh menerapkan upah murah karena sejumlah alasan, yakni pertumbuhan ekonomi RI saat ini mencapai angka 6,3% atau sangat tinggi, pendapatan perkapita RI semakin meningkat dan RI masuk anggota G-20. Selain itu, tambahnya, upah pekerja dan buruh RI yang sebesar Rp 1,4 juta/bulan masih jauh dibawah Thailand dan Malaysia.

Said menambahkan aksi buruh tersebut sifatnya mogok nasional, menghentikan produksi pabrik dan sudah memeroleh izin dari pihak kepolisian. Dia juga mengungkapkan alasan belum ditetapkannya tanggal aksi karena tidak mau disusupi pihak-pihak di luar MPBI

"Tempat aksi mogok sesuai tempat kerja masing-masing dan lingkungannya. Misalnya keluar pabrik ke kawasan industri. Kami tidak bisa jamin efek aksi ini tidak akan terjadi penutupan akses tol dan jalan negara. Aksi ini dilakukan serempak pada tanggal, jam dan hari dengan isu yang sama. Strategi kami pusatkan di Bekasi karena paling besar atau di Jakarta dan dimulai jam 8.30 pagi," pungkasnya.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.252 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.270 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    462 respon

Total Respon: 6.984
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft