BeritaSatu Logo
Updated: Sat, 06 Oct 2012 19:10:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal Ekonomi

Kelebihan Kawasaki Ninja 300 Dibandingkan 250



Berita Satu

BERITASATU.COM - Lebih bertenaga, mulus, halus dan stabil.

Kehadiran Kawasaki Ninja 300 awalnya menimbulkan keheranan karena dari segi kapasitas mesin tidak jauh beda dengan Ninja 250R, namun ujicoba head-to-head tim di Amerika Serikat menemukan beberapa perbedaan besar.

Kawasaki sendiri menganggap penting Ninja 300 sebagai jembatan para pemula (entry level) yang ingin naik kelas ke 600cc atau lebih.

Perusahaan itu telah membuktikan bahwa dengan memperbanyak model di kelas quarter-liter (motor dengan displasemen mesin sekitar seperempat liter atau 250 cc) mereka bisa mempertahankan sekitar 40 persen pengguna yang naik kelas ke motor besar untuk tetap memakai model Kawasaki, bukan pindah ke merk lain.

Perbedaan yang langsung terlihat terlihat antara Ninja 300 dan 250, di luar mesinnya, adalah sistim pengapian digital fuel injection.

Dengan sistem pengapian ini, di udara dingin sekali pun tak perlu menggunakan alat 'choke' untuk menghidupkan mesin Ninja 300 dan tak perlu dipanasi dulu.

Untuk memakai Ninja 300, cukup tekan tombol start, masukkan gigi dan ngacir, seperti testimoni tim penguji dari Motorcycle.com yang mengetes Ninja 300 dan 250 di Healdsburg, kawasan pantai utara California belum lama ini.

Sistem injeksi juga membuat tarikan gas jauh lebih responsif, emisi lebih sedikit dan tentu pemakaian bahan bakar lebih irit.

Dan jelas dengan displasemen mesin yang lebih besar, Ninja 300 juga mampu menghasilkan torsi dan tenaga kuda lebih banyak dari Ninja 250, cukup untuk membuat pemilik Ninja 250 sadar kalau mereka tak bisa langsung menangani dan mengendarai dengan ahli motor 600 cc ke atas sebelum mencoba mesin 296cc Ninja 300.

Untuk koplingnya saja, Kawasaki pernah mencoba milik 250 dan ternyata tak bisa mengatasi torsi yang keluar dari Ninja 300. Karena itu kopling untuk 300 dibuat khusus seperti motor besar dengan sistem slipper clutch.

Slipper pada kopling berfungsi untuk mencegah ban belakang bergetar atau kehilangan traksi ketika akan masuk tikungan, di mana biasanya gas dilepas dan kecepatan motor langsung menurun (engine brake) sementara putaran mesin masih tinggi.

Dalam kondisi ekstrem, terutama motor balap mesin besar, ban belakang bisa terkunci saat pengendara mencoba menurunkan posisi gigi persneling dalam momen seperti itu. Slipper pada kopling berfungsi mencegah hal tersebut dan membuat proses turun gigi tetap mulus.

Dengan bergantian mengendarai Ninja 300 dan Ninja 250 bisa dirasakan perbedaan kenyamanan pada saat mesin digeber. Ninja 300 lebih mulus dan halus karena bagian atas mesin ditutup pelapis bahan karet untuk mengurangi getaran dan terbukti sangat efektif, dibandingkan 250 yang memakai pelapis keras dan membuat tangan bergetar di rpm tinggi.

Versi 300 memiliki rangka baja yang diklaim 150 persen lebih kuat namun lentur, sangat berguna di saat menikung untuk bisa cepat berakselerasi lagi, ketika 250 masih belum stabil dan tak bisa digeber.

Ukuran ban depan untuk dua model itu sama, 110/70-17, namun ban belakang milik Ninja 300 lebih lebar 10 mm, 140/70-17.

Dilihat dari banyak sisi, Ninja 300 terlihat serupa dengan pendahulunya meski jok sedikit lebih tinggi dan bagian depan lebih ramping.

Namun styling 300 cukup berbeda karena lebih banyak meniru saudara besarnya seperti ZX-6R dan ZX-10R. Model di AS, lampu depan tak cuma satu, namun di split seperti sepasang mata sipit yang sedang fokus.

Ventilasi banyak ditemukan pada fairing (aksesoris pada bodi semisal sirip atau sayap), tanki bahan bakar juga sedikit diubah bentuknya dan bagian buritan lebih ramping dari 250.

Dengan semua kelebihan itu, Ninja 300 akan lebih dijagokan ketika bersaing dengan Honda CBR 250 yang juga mengadopsi rem ABS dan tehnologi balap lainnya.

Kecuali tentu harganya. Ninja 300 standar dibanderol US$4.799 sementara untuk yang pakai rem ABS naik US$5.499, sedangkan Honda CBR 250 sekitar US$3.999 (plus US$500 untuk ABS).

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.342 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.376 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    912 respon

Total Respon: 9.630
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft