Bisnis Indonesia Nasional News Feed
Updated: Tue, 06 Nov 2012 23:00:26 GMT | By Bisnis Indonesia Nasional News Feed

ISRAEL VS IRAN: Ahmadinejad Siap Hadapi Embargo Ekonomi



Berita Satu

JAKARTA--Pemerintah Iran menyatakan siap menghadapi berbagai tekanan dari dunia Barat melalui embargo ekonomi terkait masalah pengembangan teknologi nuklir di negara tersebut yang dinilai membahayakan.

Ayatollah Sheikh Mohammad Ali Taskhiri, President of High Council of the World Forum for Proximity of Islamic School of Thought, mengungkapkan sangkaan pihak Barat yang menganggap negaranya mengembangkan senjata nuklir tidak berdasar karena tak ditemukan bukti yang kuat untuk mendukung pendapat tersebut.

"Kami mengembangkan teknologi nuklir untuk kebaikan masyarakat. Sebanyak 22 laporan dari badan terkait tentang pengalihan tidak beralasan," ujarnya di Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia, Minggu (4/11).

Menurutnya, pengembangan teknologi nuklir yang dilakukan Republik Islam Iran menggunakan uranium dengan kadar 3,5%-5% yang biasanya untuk pembangkit listrik, pengembangan teknologi di bidang medis, dan pertanian.

Dia menjelaskan pengembangan teknologi senjata nuklir harus menggunakan uranium dengan kadar 9%-10% dan tidak dilakukan oleh pihaknya.

Ancaman embargo ekonomi, lanjutnya, akan dihadapi dengan berbagai cara yang telah mereka siapkan mulai dari berdialog secara terbuka hingga menempuh kekuatan militer jika diperlukan.

"Kami selalu mencoba berdialog dengan mereka [pihak Barat]. Namun, mereka menuduh kami tidak mau berdialog," ujarnya.

Ayatollah mengungkapkan beberapa contoh embargo ekonomi yang dilakukan adalah dengan adanya pelarangan menjual minyak dari Iran ke dunia luar, tidak diperbolehkannya perbankan di negara tersebut menjalin hubungan dengan perbankan di luar Iran, dan lain sebagainya.

Embargo ekonomi ini, lanjutnya, memang secara tidak langsung mempengaruhi kondisi perekonomian di negara tersebut seperti terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi. Namun, pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk tetap menjaga kondisi ekonomi tersebut dengan menempuh berbagai cara.

"Kami saling bahu-membahu untuk tetap menjaga kesejahteraan masyarakat," katanya.

Menanggapi rencana Iran menutup jalur Selat Hormuz yang diperkirakan akan mengganggu perdagangan minyak dunia, Ayatollah mengungkapkan hal tersebut merupakan salah satu bentuk opsi perlawanan mereka terhadap aksi embargo tersebut.

Dia menuturkan saat ini perang urat syaraf yang dilancarkan pihak Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya merupakan bentuk ketidakmampuan dunia barat membuktikan tuduhan mereka mengenai pengembangan senjata nuklir di Iran.

"Mereka tidak mampu melawan kami. Jika Iran diserang, kami akan adakan perlawanan yang keras. Jika kami mulai diserang, maka itu adalah awal mula kehancuran Israel," tegasnya.

Ketegangan antara Iran dan dunia Barat semakin menegang menyusul keputusan Uni Eropa menerapkan sanksi terhadap 30 perusahaan pada sektor minyak dan gas dengan melarang impor minyak mentah dari negara tersebut. (LN)

0Komentar
Lihat Wajah Baru MSN. Klik di sini!

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    17 %
    Setuju
    1.625 respon
  2. 79 %
    Tidak setuju
    7.318 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    388 respon

Total Respon: 9.331
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft