BeritaSatu Logo
Updated: Thu, 30 Aug 2012 16:08:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal bisnis

Investor Asing Minati Proyek MRT Surabaya



Berita Satu

BERITASATU.COM - Pemerintah siap membuka tender pengerjaan pembangunan MRT di Surabaya pada 2013

Investor asing meminati proyek transportasi mass rapid transit (MRT) di Surabaya.

Proyek bakal mendapat dana awal sebesar Rp 30 miliar yang diambil dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Investor yang sering menanyakan proyek tersebut adalah dari China, Prancis, serta Korea Selatan, karena mereka sudah mempunyai studi kelayak- annya,” kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, saat ditemui di sela acara Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition 2012, di Jakarta.

Menurut Bambang, ketiga investor tersebut belum memberikan proposal pengerjaan MRT.

Oleh karena itu, pemerintah masih menjajaki pasar guna menjaring investor yang serius mau membangun MRT, setelah studi kelayakannya rampung.

“Setelah dilakukan penjajakan pasar, pemerintah siap membuka tender pengerjaan pembangunan MRT di Surabaya pada 2013,” ujar dia.

Bambang menilai, keberadaan MRT di Surabaya sangat diperlukan, mengingat kondisi kota tersebut yang sudah macet.

Untuk itu, pembangunan MRT diharapkan dapat segera direalisasikan.

Terkait nilai proyek MRT Surabaya, Bambang enggan mengungkapkan.

Nilai proyek tersebut, kata dia, bergantung dari sistem MRT serta kawasan yang bakal dilewati oleh proyek.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Kereta Api Kementerian Perhubungan Tunjung Inderawan pernah memaparkan, proyek MRT Surabaya bakal dibangun mulai dari Stasiun Gubeng hingga Bandara Juanda di Waru, Sidoarjo.

“Saat ini, proyek itu sudah masuk tahap pertama, yakni program rel gan da (double track) serta peninggian jalur rel,” jelas dia.

Prioritaskan MRT Jakarta

Pada bagian lain, Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo mengaku, belum mendapat informasi yang jelas, mengenai adanya rencana proyek pembangunan MRT di Bandung, Jawa Barat.

Untuk itu, dia belum mengetahui jenis pendanaan, apakah sama dengan proyek MRT yang akan dibangun di DKI Jakarta.

“Saya belum dapat info yang (MR T Bandung) itu, tapi yang jelas, sejak 2006, Jakarta yang mau bangun itu,” kata Menkeu di Jakarta.

Menkeu mendukung pembangunan proyek-proyek infrastruktur, terutama MRT di DKI Jakarta, karena telah direncanakan sejak lama.

Dia juga akan mengecek status pendanaan proyek infrastruktur ini. Pasalnya, walaupun berbentuk hibah, pendanaan menyangkut pinjaman atau pembiayaan dari lembaga kreditor asal Jepang.

“MRT itu memang perencanaannya sudah cukup lama. Demikian pula, taraf persiapannya juga sudah cukup lama. Saya harus cek dulu, saya tidak ingat jumlahnya (dana hibah),”

ujar Menkeu.

Menurut dia, setiap proyek infrastruktur yang mendapat dana dari pembiayaan, terutama dari luar negeri harus melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan.

Karena itu, dia akan mengecek kembali apakah Ditjen Pengelolaan Utang sudah mencairkan pembiayaannya.

Sementara itu, Director of Engineering and Project PT MRT Rachmadi optimistis, proyek MRT di Jakarta mulai dibangun awal 2013 dan beroperasi 2017.

Saat ini, proyek tengah memasuki tahap finalisasi tender kontrak sipil. Kontrak proyek diharapkan dapat ditandatangani pada medio September-Oktober mendatang.

“Progres MRT terus berjalan , saya yakin MR T bisa beroperasi 2017,” kata Rachmadi kepada Investor Daily baru-baru ini.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    350 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    1.439 respon
  3.  
    3 %
    Tidak tahu
    61 respon

Total Respon: 1.850
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft