BeritaSatu Logo
Updated: Sun, 25 Nov 2012 11:11:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal Ekonomi

Hatta Rajasa: Neoliberalisme Ekonomi Tidak Cocok di Indonesia



Berita Satu

BERITASATU.COM - Saat ini dunia telah memasuki fase awal globalisasi

BANDUNG. Sistem Neoliberalisme ekonomi dinilai tidak cocok untuk diterapkan dalam perekonomian nasional karena memiliki sejumlah kelemahan seperti mudah terdistorsi pasar dan juga tidak dapat melindungi kesejahteraan masyarakatnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan saat ini dunia telah memasuki fase awal globalisasi, yang ditandai dengan adanya kesepakatan keterbukaan pasar atau pasar bebas baik secara bilateral maupun regional. Untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi seperti krisis ekonomi akibat perlambatan ekonomi Eropa dan belum pulihnya ekonomi Amerika Serikat (AS) dari resesi, maka diperlukan sikap nasionalisme.

“Dalam konteks inilah saya tidak percaya dengan sistem neoliberalisme, yakni pasar bebas yang sangat bebas. Karena mereka tidak mampu mengontrol kesepakatan. Pasar bebas tidak mampu memperbaiki dirinya sendiri ketika terjadi distrosi market itu sendiri,” ujar Hatta dalam acara Sarasehan Kebangsaan bertema: Menuju Era Baru Nasionalisme Ekonomi Indonesia di Kampus Intitut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, akhir pekan ini.

Hatta berpendapat campur tangan negara dalam perekonomian tetap diperlukan agar terjadi pasar terbuka yang berkeadilan. Dalam hal ini, katanya, negara harus memilik akses terhadap sumber-sumber kekayaan negara tanpa bersikap diskriminatif sambil melindungi masyarakat dengan program-program sosial.

Meskipun dia mengakui hanya pertumbuhan ekonomi tinggi yang akan membuat bangsa ini maju, namun fundamental bangsa tidak boleh ditinggalkan. Fundamental yang merupakan cita-cita bangsa ini antar lain bertujuan menciptakan masyarakat adil dan makmur, memajukan kesejahteraan umum, mencerdasakan kehidupan bangsa dan memelihara kedamaian dunia.

“Kita tidak boleh lepas dari fundamental kita. Untuk itu saya menganggap ketika orang mengatakan nasionalisme tidak menjadi relevan dalam konteks dunia global, maka saya tekankan perlu nasionalisme untuk menghadapi global itu. Nasionalisme adalah kemampuan bangsa ini untuk tidak mengimpor semua produk yang dibutuhkan,” jelas dia.

Lebih lanjut Hatta menjelaskan pemerintah juga memiliki strategi jitu untuk meningkatkan daya saing nasional keseluruhan dalam menghadapi globalisasi. Dia mencontohkan dua langkah strategi nasionalisme yang dilakukan pemerintah dalam hal perdagangan dan investasi.

Dalam hal perdagangan, lanjutnya, pemerintah selalu mengutamakan kepentingan nasional dalam setiap perundingan perdagangan internasional. Menurutnya, Indonesia mengutamakan fair trade, bukan hanya free trade, guna memberikan keuntungan bagi semua pihak yang terlibat didalamnya.

Sedangkan dalam hal investasi, Hatta menegaskan pemerintah selalu mementingkan kepentingan nasional dalam memilih investasi asing yang boleh beroperasi di Indonesia. Pembukaan sektor usaha dari negara lain diwajibkan bersifat resiprokal.

“Kita harus menuntut perlakuan yang sama bagi perusahaan kita yang akan melakukan investasi di negara asal perusahaan asing tersebut,” tegas dia.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    822 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    3.535 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    184 respon

Total Respon: 4.541
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft