BeritaSatu Logo
Updated: Thu, 30 Aug 2012 19:08:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal pasarmodal

Bantah Rumor Bangkrut, Bumi Resources Sebar Rilis



Berita Satu

BERITASATU.COM - Bumi Resources, Tbk menyatakan pencatatan kerugian yang dirilis beberapa waktu lalu hanyalah potensi kerugian semata.

Direksi Perusahaan Tambang Bumi Resources Tbk merasa gerah dengan rumor bahwa perusahaan itu akan bangkrut yang berimbas pada penurunan harga saham. Karenanya, pihak perusahaan menekankan bahwa rumor kebangkrutan itu tak benar.

Menurut Direktur Bumi Resources, Tbk, Dileep Srivastava, penurunan harga batubara dunia takkan mengganggu keuangan perusahaan. Ditambahkannya, pencatatan kerugian yang dirilis beberapa waktu lalu hanyalah potensi kerugian semata.

"Kabar potensi kebangkrutan tersebut hanyalah rumor semata yang tidak berdasar. Kita optimis Bumi dapat mencapai target kinerja. Produksi Bumi on track untuk mencapai 100 juta ton di 2014. Pembayaran utang juga tidak ada yang default,” kata Dileep, dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, hari ini.

Dalam rilis itu, juga disertakan pernyataan Analis Reza Priyambada yang mengklaim rugi bersih Bumi yang dirilis perusahaan itu beberapa waktu lalu hanya kerugian secara pencatatan yang sifatnya potential loss dan belum terealisasi.

Dari segi pendapatan, Bumi masih baik karena terdapat kenaikan sebesar 9 persen dari US$1,792 miliar menjadi US$1,946 miliar. Pada posisi laba usaha pun masih mencatat angka positif US$239,165 juta.

Namun pada pos beban lain-lain, lanjut Reza, laba tersebut seolah terpangkas karena adanya kerugian derivatif yang sebenarnya masih berupa potensi.

"Tapi dalam pencatatan akuntansi, posisi portofolio derivatif itu tetap dicatatkan hanya untuk menggambarkan posisi keuangan per akhir periode dengan asumsi kerugian portofolio tersebut direalisasi. Tapi sebetulnya itu belum terealisasi. Kalau di triwulan III, nilai derivatifnya normal kembali, Bumi tidak akan rugi,” tutur Reza.

Bumi Resources adalah perusahaan penambangan dan penjualan batubara yang diprakarsai keluarga Bakrie dengan konsensi di Kalimantan Timur. Perusahaan itu memiliki cadangan batubara terbesar di Indonesia dengan total cadangan sebesar 2,8 miliar ton yang dimiliki anak usahanya PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia (Arutmin).

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    815 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    3.492 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    182 respon

Total Respon: 4.489
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft