BeritaSatu Logo
Updated: Wed, 03 Oct 2012 14:10:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal pasarmodal

Balik Tanya, BUMI dan BRAU Minta Klarifikasi Bumi Plc



Berita Satu

BERITASATU.COM - Rosan yang juga menjabat sebagai direktur Bumi Plc tidak mengetahui hal tersebut.

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) menyatakan, sampai saat ini Bumi Plc yang tercatat di bursa London belum menginvestigasi perseroan.

Bahkan keduanya akan meminta klarifikasi Bumi Plc.

“Saya tidak mengerti siapa di balik tuduhan itu dan motifnya apa. Prinsipnya, sebagai perusahaan publik, kami selalu transparan dan mengikuti pedoman penyusunan laporan keuangan yang berlalu di Indonesia,” kata Direktur Bumi Dileep Srivastava di Jakarta, Selasa (2/10).

Bumi Plc sebelumnya berniat menginvestigasi secara tuntas dugaan penyimpangan pengelolaan keuangan Bumi. Dugaan penyimpangan muncul setelah auditor Bumi Plc, Pricewaterhouse Coopers LLP, menurunkan dana pengembangan Bumi sebesar US$247 juta dan biaya eksplorasi PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) senilai US$390 juta menjadi nol dalam laporan keuangan konsolidasi Bumi Plc 2011.

Sementara itu, Presiden Direktur Berau Coal Rosan Roeslani memastikan rencana investigasi Bumi Plc tidak akan mengganggu target produksi tahun ini sebesar 21,5 juta ton.

Dia justru mempertanyakan rencana investigasi Bumi Plc terhadap perseroan. BRAU telah mengirimkan surat ke Bumi Plc pada 1 Oktober 2012 untuk meminta klarifikasi.

Rosan menilai, rencana investigasi Bumi Plc sangat mendadak. Bahkan, Rosan yang juga menjabat sebagai direktur Bumi Plc tidak mengetahui hal tersebut.

“Kami tengah menunggu respons dari Bumi Plc. Hingga kini, belum ada investigasi yang dilakukan terhadap kami,” ujar Rosan, Selasa (2/10).

Di sisi lain, Berau Coal menurunkan investasi pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2x20 megawatt (MW) dan overland conveyor dari US$300 juta menjadi US$165-190 juta.“Sumber pendanaannya berasal dari penerbitan obligasi global senilai US$ 500 juta,” kata Direktur Berau John Ramos.

DI menuturkan, hingga saat ini, fundamental perseroan masih cukup stabil. Per Juni 2012, produksi batubara mencapai 9,6 juta ton, tumbuh dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 9 juta ton.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.380 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.465 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    924 respon

Total Respon: 9.769
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft