Mon, 04 Feb 2013 23:41:48 GMT | By MULA-ANTARA

Presiden Tegaskan Tidak Ada Penyimpangan Pembayaran Pajak

Jeddah (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan keluarganya taat membayar pajak dan tidak ada penyimpangan dalam pembayaran pajak tersebut.


Presiden Tegaskan Tidak Ada Penyimpangan Pembayaran Pajak

Jeddah (ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan keluarganya taat membayar pajak dan tidak ada penyimpangan dalam pembayaran pajak tersebut.

Yudhoyono mengatakan hal itu dalam jumpa pers di Jeddah, Arab Saudi, Senin, saat mengklarifikasi dan menjelaskan pemberitaan oleh harian Jakarta Post mengenai pajak miliknya dan anak-anaknya.

"Saya prihatin keluarga saya yang bekerja seperti ini dengan harta yang bisa kami pertanggungjawabkan, dianggap tidak taat membayar pajak," kata Presiden.

Menurut Presiden, tanpa merinci pajak yang dibayarkannya, dirinya maupun anak-anaknya telah memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan UU.

"Prosesnya juga akuntabel, setelah saya isi kewajiban saya, saya minta tolong dicek apa ada yang kelewatan apa ada yang lebih atau yang kurang, karena saya tidak ingin ada satu rupiah yang kurang," kata Presiden.

Menurut Presiden, data yang diungkap Jakarta Post tersebut tidak persis sama dengan yang di Ditjend Pajak.

"Saya diberi tahu bahwa apa yang dimuat di `Jakarta Post` itu tidak sama persis dengan data yang ada di Ditjen Pajak. Tentu bukan wilayah saya (menjelaskan pajak) karena ada UU yang mengatur tingkat kerahasiaan pajak," kata Presiden.

Presiden menjelaskan, sebagai pejabat negara dirinya telah melaporkan seluruh harta kekayaan yang dimilikinya, sesuai dengan aturan.



Dirinya mengaku selalu memperbarui informasi harta kekayaannya dan melaporkannya sejak sebelum menjabat Presiden, saat menjadi Presiden, maupun seusai menjabat sebagai Presiden.

Begitu pula pada periode kedua dirinya terpilih menjadi Presiden pada 2009. "Bahkan periode tengah juga saya laporkan," katanya.

Hal ini juga ia lakukan dalam mengisi kewajiban untuk membayar pajak setiap tahunnya.

Hal yang sama, menurut Presiden juga dilakukan anak-anaknya. Anaknya, Mayor Infranteri Agus Yudhoyono telah membayar pajak sesuai ketentuan UU sebagai seorang mayor.

"Sedangkan istri Agus, Anisa karena sebelum menikah punya penghasilan sendiri, misalnya sebagai presenter dan foto model, juga punya kewajiban membayar pajak terpisah dari yang dibayarkan suaminya Agus dan itu dua-duanya membayar pajak dan sudah diverifikasi Ditjen Pajak," kata Presiden.

Putranya yang kedua, Edhie Baskoro sebagai anggota DPR RI juga wajib lapor ke KPK termasuk membayar pajak sebagaimana harus dibayar dan diverifikasi.

Untuk itu, dirinya mengimbau agar para pihak tidak mudah untuk menuduh. "Saya hanya ingin mengatakan berhematlah kata menuduh dan mencurigai. Mari kita junjung tinggi kebenaran dan keadilan. Itu penjelasan saya yang sah," katanya.

Sebelumnya, Jakarta Post memberitakan sebagian dokumen pajak yang diklaim milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan dua putranya, Mayor TNI Agus Harimurti dan Edhie "Ibas" Baskoro.

Menurut Jakarta Post, dokumen tersebut telah diverifikasi oleh sumber-sumber di Ditjend Pajak dan Kementerian Keuangan tanpa menyebutkan namanya.(ar)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.884 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.016 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    699 respon

Total Respon: 7.599
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft