Sun, 10 Jun 2012 20:26:33 GMT | By MULA-ANTARA

Petani Garam Madura Kesulitan Menerapkan Teknologi Geomembran

Pamekasan (ANTARA) - Petani garam di Pulau Madura masih kesulitan menerapkan pola produksi garam dengan teknologi geomembran, karena terkendala modal.


Petani Garam Madura Kesulitan Menerapkan Teknologi Geomembran

Pamekasan (ANTARA) - Petani garam di Pulau Madura masih kesulitan menerapkan pola produksi garam dengan teknologi geomembran, karena terkendala modal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Pamekasan Nurul Widiastutik, Minggu, mengatakan sistem produksi garam dengan menggunakan teknologi geomembran membutuhkan banyak biaya.

"Untuk satu hektare lahan garam saja membutuhkan minimal Rp18 juta untuk membeli plastik yang akan dijadikan lapis lahan produksinya," kata Nurul menjelaskan.

Akibatnya, sistem produksi dengan jenis teknologi ini belum bisa diterapkan, kendatipun hasilnya lebih baik dibanding dengan pola produksi yang selama ini dilakukan petani.

Teknologi geomembran adalah jenis teknologi baru dalam bidang usaha produksi garam dengan menggunakan pelapis pada lahan produksi garam, berupa plastik. Cara seperti ini bisa mempercepat proses produksi, dan hasilnya juga lebih bagus.

Ia menjelaskan, sistem produksi dengan teknologi geomembran ini memang pernah disosialisasikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta PT Garam.

Informasinya, sambung dia, kualitas garam memang lebih baik, dari sistem produksi manual seperti yang selama ini dilakukan. Selain hasil produksi garamnya lebih putih, juga lebih banyak.

Produksi garam dengan sistem geomembran ini juga bisa mempercepat masa panen, yakni setiap lima hari sekali, atau bahkan bisa tiga kali sehari jika cuaca bagus.

"Tapi kendalanya seperti yang saya kemukakan tadi, yakni petani tidak memiliki cukup modal," katanya menambahkan.

Di Pamekasan, sistem produksi garam dengan menggunakan teknologi geomembran ini telah diterapkan seorang petani bernama Hari di Desa Baddurih, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Namun, Hari tidak menggunakan pelapis tambak garam dengan memakai plastik, melainkan dengan menggunakan keramik, yakni dengan sistem permanen.

Hasilnya, garam yang diproduksi dengan pola seperti itu memang jauh lebih bagus, lebih putih dan cepat panen. Bahkan kini Hari telah memanen sebanyak tiga kali.

"Baru saya yang panen garam disini. Yang lain sampai saat ini masih belum," ucap Hari.

Untuk satu petak lahan tambah ukuran 8x12 meter, Hari membutuhkan biaya sebesar Rp40 juta, jauh lebih mahal dibanding menggunakan pelapis dari plastik.

"Biayanya memang sangat mahal. Tapi kan hanya membuat sekali saja, dan setelah itu kita tinggal menunggu hasil setiap tahunnya," kata Hari.

Setiap tahun, produksi garam di Pamekasan mencapai rata-rata 92.000 ton dengan sentra produksi tersebar di Kecamatan Pademawu, Galis dan Kecamatan Tlanakan dengan luas lahan mencapai sekitar 1.200 hektare.

Jika semua petani garam menerapkan teknologi geomembran ini, diperkirakan jumlah produksi akan jauh banyak, dan bisa mencapai 102.000 ton.

Dorong Penerapan



Pemerintah sendiri sebenarnya mendorong pola penerapan teknologi baru dalam bidang produksi garam ini, untuk memenuhi kebutuhan garam nasional, baik garam konsumsi maupun garam produksi.

Bahkan Menteri Perindustrian MS Hidayat pernah datang ke Madura, guna melihat secara langsung proyek percontohan produksi garam dengan sistem geomembran di lahan pegaraman III di Desa Pangarengan, Kabupaten Sampang oleh PT Garam.

Saat itu Menteri menyatakan, pola penerapan teknologi baru dalam hal proses produksi garam tersebut agar bisa dilakukan oleh semua petani garam yang ada di Madura, secara khusus dan semua petani garam di Indonesia pada umumnya. (tp)



0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    800 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    3.414 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    176 respon

Total Respon: 4.390
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft