Pedagang: Mata Uang Iran Terus Merosot

Teheran (AFP/ANTARA) - Mata uang Iran meluncur antara dua hingga enam persen pada awal perdagangan Selasa, menurut penilaian berbeda yang diberikan oleh penukaran uang di Teheran dan situs pelacakan kurs, memperluas penurunan dramatis 17 persen hari sebelumnya.
Mata uang, rial, antara 35.500 dan 37.000 terhadap dolar AS, tergantung pada sumbernya.
Itu lebih rendah dari 34.700 hingga 34,800 yang dicapai pada akhir perdagangan Senin. Dibandingkan dengan tahun lalu, rial telah kehilangan lebih dari 80 persen dari nilainya.
Menurut sebuah situs internet pelacakan kurs mata uang secara "real-time" (www.livedata.ir), rial adalah lebih dari dua persen lebih lemah di 35.500 terhadap dolar AS.
Namun para pedagang di tempat penukaran uang di distrik Teheran mengatakan, mereka menjual satu dolar AS untuk 37.000 rial - penurunan enam persen selama penutupan Senin.
Datalive.ir, sebuah situs yang melacak kurs rial, mengatakan mata uang Iran telah melemah sebesar 3,5 persen
Situs internest khusus yang biasanya melacak nilai tukar rial secara "real time" tidak memperbarui kurs dari kurs Senin.
Hampir semua outlet mesia utama Iran tidak menyebutkan kemerosotan mengejutkan pada Senin atau berlanjutnya penurunan rial pada Selasa.
Kantor berita Mehr, yang telah melacak penurunan mata uang itu, melaporkan sebelum perdagangan dibuka pada Selasa bahwa rial berdiri di sekitar 35.000 terhadap dolar AS, tetapi tidak memperbarui angka itu. (jk)
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Bayern dan Dortmund Siap Berpesta
- Anggota Polda Metro Jaya Bunuh Diri
- 10 Hotel Ramah Lingkungan Terbaik
- Selebriti Bergaun Ketat
- Lego Terbesar di Dunia
- Kontes Kecantikan Penyandang Cacat
- Berita Menarik dalam Gambar Pekan Ini
- Kemolekan Zhang Yuqi
- Pajero Sport Edisi Khusus Diluncurkan
- PSSI Sambut Rencana City Akuisisi Klub Indonesia
- Hiruk Pikuk Pengumuman Kelulusan SMA
- Anjing Ini Menjilati Gigi Singa
- Wallpaper Pantai-pantai Indah
poling berita
Menurut Anda, pantaskah Presiden SBY mendapat penghargaan negarawan penjaga toleransi (World Statesman Award)?
- Lihat
- Bagikan
Berita Internasional

REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), John Kerry, Sabtu ...

REPUBLIKA.CO.ID, AL-SHUNAH -- Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menegaskan bahwa peluang untuk pemb...

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran mengkritisi komentar Amerika Serikat atas pemilihan Presiden Republ...

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Deputi Komandan Islamic Revolution Guards Corps (IRGC), Brigadir Jendera...

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW--Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengatakan secara umum Pemerintah...








