poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.292 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.212 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    887 respon

Total Respon: 9.391
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

korporasi
  • Pertamina Terima Kapal Gas 2 pada Mei 2014Pertamina Terima Kapal Gas 2 pada Mei 2014

    Jakarta (Antara) - Perseroan Terbatas Pertamina akan menerima secara resmi kapal pengangkut elpiji skala besar, yakni Pertamina Gas 2 pada 14 Mei 2014.

  • Dahlan Pasrah Rencana Akuisisi BTN DihentikanDahlan Pasrah Rencana Akuisisi BTN Dihentikan

    Jakarta (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengisyaratkan dirinya pasrah jika rencana pengalihan saham PT Bank Tabungan Negara ke PT Bank Mandiri dihentikan sesuai arahan Sekretaris Kabinet Dipo Alam bahwa tidak boleh ada keputusan strategis menjelang Pilpres.

  • IHSG BEI Ditutup Melemah Tipis 5,06 PoinIHSG BEI Ditutup Melemah Tipis 5,06 Poin

    Jakarta (Antara) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu ditutup melemah tipis sebesar 5,06 poin salah satu faktornya didorong oleh penurunan mata uang rupiah.

  • Rupiah Rabu Sore Melemah ke Posisi Rp11.638Rupiah Rabu Sore Melemah ke Posisi Rp11.638

    Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore melemah sebesar 166 poin menjadi Rp11.636 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp11.470 per dolar AS.

  • Hatta: Instrumen Bea Keluar Percepat Pembangunan SmelterHatta: Instrumen Bea Keluar Percepat Pembangunan Smelter

    Jakarta (Antara) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa memastikan penetapan instrumen bea keluar bagi bahan mineral olahan dikenakan untuk mempercepat pembangunan industri hilirisasi atau pabrik pengolahan mineral (smelter).

  • Biaya Produksi Naik 15 Persen akibat TDLBiaya Produksi Naik 15 Persen akibat TDL

    Jakarta (Antara) - Biaya produksi perusahaan tekstil diperkirakan naik sebesar 15 persen akibat kenaikan tarif dasar listrik pada 1 Mei 2014 mendatang.

lanjut...