Updated: Wed, 14 Mar 2012 23:39:16 GMT | By beritasatu

Kecewa dengan Pramono, Foto SBY Dibanting

Mahasiswa mendesak DPR mengusir neokolonialisme/liberalisme dan menurunkan rezim SBY-Boediono.


beritasatu

beritasatu

Insiden penurunan foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di DPR berawal dari penolakan Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengikuti keinginan mahasiswa. Janurihadi, salah satu perwakilan mahasiswa BEM Jawa Barat yang menemui Pramono sebelum insiden penurunan gambar SBY, mengatakan tindakan itu adalah reaksi mereka ketika menyampaikan poin desakan ke DPR.Dia bercerita Pramono, politikus dari PDI Perjuangan itu, meminta mahasiswa untuk menyerahkan dokumen desakan atas kebijakan pemerintahan SBY.Isinya adalah pertama, agar harga barang diturunkan dan rencana penaikan harga BBM oleh pemerintah ditolak. Lalu subsidi ke rakyat dipertahankan.  Kedua, DPR memaksa Pemerintah menangkap semua koruptor. Dan ketiga, DPR  mengusir neokolonialisme/liberalisme dan menurunkan rezim SBY-Boediono. "Ternyata  poin ketiga dicoret. (Penurunan foto SBY) Ini bentuk reaksi kami atas kekecewaan pencoretan poin ketiga, seakan ditutupi," urai tegas Janurihadi, seperti ditulis laman beritasatu.com, Rabu (14/03).Sebelumnya, foto Presiden Yudhoyono dengan pose gagah itu dipajang bersama foto semua presiden yang  pernah memerintah di Indonesia dijatuhkan oleh sejumlah mahasiswa yang berunjuk rasa di dalam ke Gedung DPR, Jakarta, hari ini.Lima mahasiswa dari Aliansi BEM se-Jawa Barat, menurunkan foto SBY yang frame-nya berukuran kira-kira 1 meter x 1,5 meter. Foto diambil dari tiang aula DPR, dibalikkan, lalu  dibanting ke lantai. Kaca penutup foto itupun hancur berkeping-keping.Gambar Presiden SBY pun hilang dari deretan foto presiden Indonesia yang diletakkan di delapan pilar penyangga utama Gedung DPR.

Yang tersisa hanya foto Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid, dan Megawati Soekarnoputri. Penulis: Markus Junianto Sihaloho/ Kristantyo Wisnubroto

0Komentar
Lihat Wajah Baru MSN. Klik di sini!

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    17 %
    Setuju
    1.626 respon
  2. 79 %
    Tidak setuju
    7.322 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    388 respon

Total Respon: 9.336
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

berita nasional

  • Hore! Gaji PNS, TNI & Polri Tahun Depan Naik 6%

    Pemerintah akan menaikkan gaji pokok pegawai negeri sipil (PNS), TNI dan Polri sebesar 6% pada tahun depan. Sementara gaji pensiun pokok pensiun pokok naik 4% untuk mengantisipasi laju inflasi.Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dal...

  • Pemerintah Fokus Bangun Konektivitas Jalan di 2014

    Pemerintah memfokuskan pembangunan infrastruktur di 2014 pada pembangunan konektivitas nasional melalui pembangunan jalan. Hal ini dilakukan melalui dua kementerian, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub)."Kita menyad...

  • Musim Depan, Bradl dan LCR Honda Tak Akan Bercerai

    Kabar soal berakhirnya kontrak Stefan Bradl dengan tim LCR Honda pada musim depan akhirnya terbantahkan. Lewat pernyataan yang disampaikan secara langsung, Bradl menjelaskan dirinya masih senang bekerja sama dengan pabrikan motor yang bermarkas di Mo...

  • Microsoft Tuduh Google Sengaja Blokir YouTube di Windows Phone

    Microsoft mengklaim Google sengaja memblokir aplikasi YouTube dari Windows Phone Store. Hal itu disampaikan Corporate Vice President and Deputy General Counsel for Litigation and Antitrust Microsoft, David Howard dalam postingan blognya.Howard `menud...

  • Bila Della Caroline Dibunuh, Pengacara Takut Pelaku Menghilang

    Rusdianto, pengacara keluarga Della Caroline-mantan model majalah dewasa yang meninggal belum lama ini-menilai polisi lamban menangani kasus kematian tersebut. Pasalnya, hingga saat ini, keluarga belum melihat hasil otopsi Della.Dengan begitu, menuru...

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft