Thu, 08 Mar 2012 19:33:58 GMT | By beritasatu

Tiket KA Dapat Dibeli H-90

Pemesanan satu tiket KA hanya berlaku untuk satu orang penumpang.


Pemesanan tiket KA H-90 (© antara)

PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mengumumkan terhitung Kamis (8/3) diberlakukannya penjualan tiket KA sampai dengan H-90 (90 hari sebelum keberangkatan).

Calon penumpang bisa membeli tiket KA untuk perjalanan hingga 90 hari mendatang.

Ketentuan tersebut hanya berlaku untuk KA kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi komersial jarak jauh dan menengah. Selain itu PT KAI juga menerapkan ketentuan, pemesanan satu tiket KA hanya berlaku untuk satu orang penumpang.

Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito mengatakan, pemberlakuan pembelian tiket KA H-90 merupakan salah satu upaya perseroan dalam meningkatkan pelayanan.

'Ini bertujuan memberikan kemudahan dan keleluasaan bagi calon penumpang dalam memperoleh tiket. Selain itu calon penumpang lebih fleksibel dalam merencanakan perjalanan sesuai keinginannya," kata dia dalam siaran persnya, seperti ditulis laman beritasatu.com, Kamis (08/03).

Sebagai informasi, tiket KA kelas komersial sudah dapat dibeli H-90 di tempat-tempat yang telah ditentukan, di antaranya Contact Centre 121 dengan menekan angka 121 dari telepon rumah atau 021-121 dari telepon genggam, agen-agen, Toko Indomaret, dan kantor Pos.

Untuk sementara tiket KA kelas ekonomi nonkomersial dapat dibeli H-7 di stasiun online. Ketentuannya, satu tiket hanya untuk satu calon penumpang. Untuk itu, bagi calon penumpang wajib menyertakan fotokopi identitas diri saat melakukan transaksi. Dengan demikian diharapkan bisa mempersempit ruang gerak percaloan tiket KA.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan, keamanan dan ketertiban, perusahaan pelat merah ini konsisten dengan sejumlah kebijakannya. Hal itu meliputi antara lain boarding pass di stasiun keberangkatan, yakni hanya penumpang yang telah memiliki tiket diizinkan masuk peron stasiun.

Pemberlakuan pembatasan kapasitas angkut maksimal 100 persen untuk KA jarak jauh dan KA jarak menengah tertentu serta tidak menjual tiket tanpa tanda nomor tempat duduk (tiket berdiri). Selanjutnya, larangan merokok di atas semua kelas KA. Kelima, larangan pedagang asongan berjualan di atas KA.

Penulis: ID/ Tri Listiyarini/ Whisnu Bagus

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.389 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.496 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    931 respon

Total Respon: 9.816
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

berita nasional

  • Hore! Gaji PNS, TNI & Polri Tahun Depan Naik 6%

    Pemerintah akan menaikkan gaji pokok pegawai negeri sipil (PNS), TNI dan Polri sebesar 6% pada tahun depan. Sementara gaji pensiun pokok pensiun pokok naik 4% untuk mengantisipasi laju inflasi.Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dal...

  • Pemerintah Fokus Bangun Konektivitas Jalan di 2014

    Pemerintah memfokuskan pembangunan infrastruktur di 2014 pada pembangunan konektivitas nasional melalui pembangunan jalan. Hal ini dilakukan melalui dua kementerian, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub)."Kita menyad...

  • Musim Depan, Bradl dan LCR Honda Tak Akan Bercerai

    Kabar soal berakhirnya kontrak Stefan Bradl dengan tim LCR Honda pada musim depan akhirnya terbantahkan. Lewat pernyataan yang disampaikan secara langsung, Bradl menjelaskan dirinya masih senang bekerja sama dengan pabrikan motor yang bermarkas di Mo...

  • Microsoft Tuduh Google Sengaja Blokir YouTube di Windows Phone

    Microsoft mengklaim Google sengaja memblokir aplikasi YouTube dari Windows Phone Store. Hal itu disampaikan Corporate Vice President and Deputy General Counsel for Litigation and Antitrust Microsoft, David Howard dalam postingan blognya.Howard `menud...

  • Bila Della Caroline Dibunuh, Pengacara Takut Pelaku Menghilang

    Rusdianto, pengacara keluarga Della Caroline-mantan model majalah dewasa yang meninggal belum lama ini-menilai polisi lamban menangani kasus kematian tersebut. Pasalnya, hingga saat ini, keluarga belum melihat hasil otopsi Della.Dengan begitu, menuru...

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft