Mon, 14 May 2012 23:11:14 GMT | By Republika

Keunikan Gunung Salak yang tak Terungkap

Gunung Salak merupakan salah satu kawasan hutan tropis terluas di Pulau Jawa.


Misteri Gunung Salak (© Antara)

REPUBLIKA.CO.ID,Hampir satu minggu yang lalu kita dikejutkan dengan jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di kawasan Gunung Salak, Bogor.

Berbagai kemungkinan yang diduga menjadi faktor utama jatuhnya pesawat buatan Rusia tersebut masih belum bisa dipastikan. Kesalahan pada sistem navigasi atau kondisi cuaca yang buruk menjadi penyebab yang banyak dibicarakan. Selain itu dugaan adanya gangguan sinyal telepon seluler (ponsel) yang digunakan penumpang juga masih belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Terlepas dari kejadian jatuhnya pesawat Sukhoi Rabu, 9 Mei 2012 lslu, kondisi kawasan Gunung Salak memang dikenal sebagai daerah yang sering berkabut. "Daerah sekitar Gunung Salak dan Halimun memang cenderung berkabut," ungkap Adi Wibowo Dosen Geografi Universitas Indonesia. Kawasan hutan tropis di sekitar kedua gunung tersebut merupakan wilayah Taman Nasional Gunung Halimun yang merupakan kawasan hutan tropis terluas di Pulau Jawa.

Menurut sejarahnya Halimun diambil dari bahasa Sunda yang artinya kabut. Maka tidak heran jika kemudian kawasan ini sering kali diselimuti oleh kabut tebal. Kondisi wilayah sekitar Gunung Salak dan Halimun memang tergolong unik. Di daerah tersebut terdapat potensi geothermal terbesar di Pulau Jawa. Selain itu, Gunung Salak juga memiliki beberapa puncak yang diantaranya merupakan puncak palsu. "Ketika mendaki gunung lain, dari manapun arahnya kita pasti bisa mencapai puncak utama, tapi hal seperti itu tidak terjadi di Gunung Salak," tambah Adi yang juga pernah mendaki gunung tersebut.

Bagi para pendaki yang tidak hafal betul jalur pendakian menuju puncak Gunung Salak, ada kemungkinan mereka menggunakan jalur yang salah dan sampai pada salah satu puncak palsunya. Jika hal demikian terjadi, maka jalan satu-satunya menuju puncak adalah kembali turun dan mencari jalur utama menuju puncak. Kondisi puncak Gunung Salak ini juga menjadi salah satu kesulitan yang harus dihadapi pilot saat melakukan penerbangan di kawasan tersebut. Apalagi jika cuaca tidak mendukung, dan kabut membuat jarak pandang semakin terbatas.

Namun, diungkapkan Adi bahwa kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi pada kecelakaan Sukhoi kemarin. Mengingat pesawat tersebut sudah dilengkapi oleh sistem navigasi yang memadai. Sehingga seharusnya ada radar yang bisa ditangkap oleh pesawat ketika terdapat tebing dalam jarak dekat didepannya. "Tapi bisa saja jenis batuan di kawasan Gunung Salak ini juga memang berpengaruh pada sistem navigasi pesawat, meskipun ini baru sebatas wacana," tutur Adi yang sudah sempat berdiskusi dengan Rahmatullah (Pakar Penginderaan Jauh UI).

Adi menyampaikan pihaknya memang sempat menemukan keanehan di sekitar kawasan Gunung Salak ketika beberapa kali melakukan pendakian dan penelitian di sana. Dia menuturkan,"Rekan saya dari FKM (Fakultas Kesehatan Masyarakat) juga pernah mengalami kesulitan dalam penggunaan GPS disana". Menurutnya data yang terbaca pada GPS di kawasan Gunung Salak sering kali berubah-ubah sehingga sulit ditentukan. Hal ini diduga karena sifat batuan daerah Gunung Salak yang tergolong unik. "Ada kemungkinan jenis batuan mempengaruhi gelombang elektromagnetik yang bekerja," tambah Adi.

Namun hingga kini pihaknya belum bisa memastikan hal tersebut karena belum adanya penelitian lebih lanjut yang dilakukan. "Jika ada sponsor mungkin kita bisa melakukan penelitian tersebut, tapi hingga saat ini baru sebatas rencana," ujar Adi menutup penjelasannya mengenai kondisi Gunung Salak.

Penulis: Nisa Vidya Yuniarti, mahasiswi FISIP UI 2010

Redaktur: M Irwan Ariefyanto

Sumber: FHUI

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    144 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    580 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    30 respon

Total Respon: 754
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

berita nasional

  • Hore! Gaji PNS, TNI & Polri Tahun Depan Naik 6%

    Pemerintah akan menaikkan gaji pokok pegawai negeri sipil (PNS), TNI dan Polri sebesar 6% pada tahun depan. Sementara gaji pensiun pokok pensiun pokok naik 4% untuk mengantisipasi laju inflasi.Hal ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dal...

  • Pemerintah Fokus Bangun Konektivitas Jalan di 2014

    Pemerintah memfokuskan pembangunan infrastruktur di 2014 pada pembangunan konektivitas nasional melalui pembangunan jalan. Hal ini dilakukan melalui dua kementerian, yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub)."Kita menyad...

  • Musim Depan, Bradl dan LCR Honda Tak Akan Bercerai

    Kabar soal berakhirnya kontrak Stefan Bradl dengan tim LCR Honda pada musim depan akhirnya terbantahkan. Lewat pernyataan yang disampaikan secara langsung, Bradl menjelaskan dirinya masih senang bekerja sama dengan pabrikan motor yang bermarkas di Mo...

  • Microsoft Tuduh Google Sengaja Blokir YouTube di Windows Phone

    Microsoft mengklaim Google sengaja memblokir aplikasi YouTube dari Windows Phone Store. Hal itu disampaikan Corporate Vice President and Deputy General Counsel for Litigation and Antitrust Microsoft, David Howard dalam postingan blognya.Howard `menud...

  • Bila Della Caroline Dibunuh, Pengacara Takut Pelaku Menghilang

    Rusdianto, pengacara keluarga Della Caroline-mantan model majalah dewasa yang meninggal belum lama ini-menilai polisi lamban menangani kasus kematian tersebut. Pasalnya, hingga saat ini, keluarga belum melihat hasil otopsi Della.Dengan begitu, menuru...

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft