Bagaimana Bila Ada Anggota One Direction Gay?

REALLY? Benarkah ada anggota One Direction yang suka sesama jenis alias gay? Siapa?

Harry? Zayn? Louis? Niall? Atau Liam?

Well, jangan panik dulu, saya sekadar berandai-andai seperti yang dilakukan Ben Harvey yang menulis kolom di Huffington Post, Selasa (28/9) bertajuk “What If One of the One Direction Boys Were Gay?”

Harvey memulai kolomnya dengan berandai-andai, bagaimana bila di tahun 2012 ini, ada salah satu personel One Direction atawa 1D mengatakan pada seluruh jagad kalau ia seorang gay? Apa kira-kira hal itu akan diterima baik-baik saja oleh jutaan gadis remaja yang menjadi fansnya?

Pertanyaan tersebuit ditanyakan Harvey pada Lance Bas, mantan personel *Nsync yang akhirnya mengaku gay, di acara radio satelit yang dipandunya. Bass menjawab, “Saya rasa mereka akan melakukannya (mengaku gay).” Katanya lagi, “Generasi yang lebih muda lebih pintar dari kita. Mereka lebih mudah menerima, dan mereka tak peduli… Ketika dulu (saat masih jadi anggota *Nsync), tak mungkin saya mengaku gay.”

Ya, Bass mengaku pada dunia orientasi seksualnya terhadap sesama jenis pada 2006, atau empat tahun setelah *Nsync mengumumkan vakum. Lewat majalah People, jadi sampul depan, Bass bilang “I’M GAY.”

Tulisan ini tak hendak berspekulasi atau bergosip ria kalau ada personel One Direction yang gay. Bukan. Meskipun, seperti ditulis Harvey, bila Anda ketika “One Direction Gay” di Google ada 60 juta hasil pencarian—berarti topik ini sudah jadi rasa penasaran orang.

Yang lebih menarik diulas, sebetulnya, bila ada di antara mereka yang mengaku gay, bagaimana fansnya di seluruh dunia akan bersikap?

Menengok jagad musik dunia, setiap ada musisi yang mengaku berterus terang soal orientasi seksualnya yang menyukai sesama jenis memang masih jadi berita. Yang saya ingat, pada awal 2010 silam, Ricky Martin mengaku gay di akun Twitter dan situs resminya. Memang jadi berita besar kala itu, namun tak seheboh seperti Lance Bass jadi sampul majalah People pada 2006 atau Ellen DeGeneres pada 1997 yang sampai jadi sampul majalah Time.

Dunia berubah banyak sejak 10 atau 20 tahun lalu. Seleb mengaku gay memang jadi berita, tapi bukan lagi berita istimewa. Kini, juga makin banyak musisi yang terang-terangan mengaku gay tanpa merasa akan kehilangan pamor. Contohnya, pada Juli, penyanyi hip-hop Frank Ocean (Anda mengenalnya?) mengaku di blog Tumblr-nya pernah jatuh cinta pada seorang pria, dan di album barunya Ocean, ia terbuka soal orientasi seksualnya. Contoh lain, pada awal Agustus ini, penyanyi Mika mengatakan pada majalah Instinct, ia seorang gay—meralat statement-nya pada 2009 saat ia mengatakan seorang biseksual.

Mika juga tak sungkan mengatakan musik-musiknya soal kecintaannya pada sesama jenis. “Jika kau tanya apa saya, gay? Ya, saya gay. Apa lagu-lagu saya tentang hubungan saya dengan pria? Ya, betul,” kata Mika terus terang.

Jagad budaya pop memang kini semakin terbuka dan menerima pesohor mengaku gay. Bahkan, para remaja menemukan role model remaja yang terbuka mengaku gay macam karakter Kurt Hummel (dimainkan Chris Colfer) di serial Glee. Karakter Kurt jadi idola dan bahkan dianggap sebagai pemberi semangat bagi ribuan remaja yang memiliki kecenderungan seksual sesama jenis namun berada dalam tekanan lingkungannya, entah menjadi korban bullying atau dikucilkan di keluarga.

Balik ke pertanyaan awal, mungkinkah ada anggota One Direction mengaku gay dan fansnya tetap menerima?

Kecenderungannya saat ini fans akan lebih menerima. Namun, saya yakin, manajemen One Direction masih akan sangat berhati-hati mengambil langkah ini. Manajemen pasti akan berpikir seribu kali sebelum membiarkan hal itu terjadi.

Namun, dalam konteks Indonesia, well, rupanya masih banyak seleb kita yang lebih memilih hidup dalam kepura-puraan. Punya pacar sekadar menepis gosip penyuka sesama jenis dan agar terus diliput media. Please, deh.

(ade/ade)