TAHUKAH ANDA: Apa Itu Scientology?

KATA yang ikut paling banyak disebut dalam kisruh perceraian Tom Cruise-Katie Holmes adalah “Scientology”.

Tapi, tahukah Anda apa dan bagaimana sebetulnya praktek ajaran Scientology itu? Well, sebetulnya sangat mudah mencari informasi tentang Scientology di dunia maya. Ia mungkin terbilang ajaran anyar yang paling terdokumentasikan di media. Banyak hal baik dan buruk Scientology sudah terungkap.

Kami sekadar merangkum dan menjawab rasa ingin tahu Anda, dan mencoba bersikap adil bersumber pada sumber-sumber kredibel.

Lema “Scientology” di Wikipedia berbahasa Indonesia bahkan terbilang lengkap menandakan ketertarikan soal ajaran ini memang besar. Yang menulis di Wikipedia Indonesia mencatat Scientology sebagai “sekumpulan ajaran dan teknik terkait yang dikembangkan oleh pengarang Amerika, L. Ron Hubbard selama sekitar 30 tahun, dimulai pada 1952 sebagai suatu filosofi pertolongan diri-sendiri, perkembangan dari sistem pertolongan diri-sendirinya yang lebih awal, Dianetika. Ajaran ini mengklaim menawarkan suatu metodologi yang eksak (pasti) untuk menolong manusia mencapai kesadaran keberadaan rohaninya melintasi beberapa masa hidupnya dan, pada saat yang bersamaan, untuk menjadi lebih efektif di dunia fisik.”

Dikatakan pula, “Scientology menyatakan bahwa tujuannya adalah ‘merehabilitasi’ thetan (kira-kira setara dengan jiwa) untuk memperoleh kembali keadaannya semula berupa 'kebebasan total.' Para jurubicara gereja ini dan praktisinya memberikan kesaksian bahwa ajaran-ajaran Hubbard (yang disebut ‘Teknologi’ atau ‘Tek’ dalam terminologi Scientology) telah menyelamatkan mereka dari begitu banyak masalah dan memampukan mereka untuk lebih menyadari potensi tertinggi mereka dalam bisnis maupun kehidupan pribadi mereka.” Dalam sebuah artikel investigasi ciamik yang ditulis Janet Reitman di Rolling Stone edisi 9 Maret 2006 berjudul “Inside Scientology” (majalah Rolling Stone edisi Indonesia memuat terjemahannya di edisi April 2006) terungkap berbagai fakta tersembunyi baik-buruk Scientology.

Dikatakan, Scientology—secara bahasa berarti “studi kebenaran”—menurut pendiri dan mesiah spritualnya, mendiang penulis fiksi ilmiah L. Ron Hubbard (1911-1986), menyebut diri sebagai “agama paling cepat berkembang di dunia.” Berdiri di tahun 1954, kelompok itu, pada 2006, dianut 10 juta jiwa di 159 negara dan punya lebih dari 6 ribu gereja, misi, dan panti Scientology di seluruh dunia.

Scientology adalah juga agama paling kontroversial di Amerika: banyak dikecam, tapi jarang dipahami. Agama itu berakar pada elemen-elemen agama Timur dan sejumlah filsafat Barat, termasuk meminjam elemen-elemen Kristen (tengok misalnya, bentuk salibnya yang memodifikasi salib Kristen).

Sosiolog Perancis, Regis Dericquebourg menjelaskan sistem kepercayaan Scientology berupa “utopia regresif,” di mana manusia berupaya kembali ke keadaan yang pernah sempurna melalui serangkaian proses yang rumit dan berat, dengan maksud membuatnya mengalami kontak dengan jiwa primordialnya. Proses-proses ini dikendalikan dengan ketat, dan pada tingkat yang lebih tinggi, sangat dirahasiakan. Scientology, berbeda dengan agama-agama lain, justru menutupi aspek-aspek penting dari teologi pusatnya dari semua pengikutnya, kecuali yang paling tersohor.

Dalam buku Scientology paling tenar yang ditulis Hubbard tahun 1950, Dianetics: The Modern Science of Mental Health, dikatakan bahwa sumber penyakit mental dan fisik berawal dari luka-luka psikis yang disebut “engram” dan berakar pada pengalaman dini, bahkan sebelum lahir, serta terkunci dalam alam bawah sadar, atau “reactive mind” seseorang. Untuk menghapuskan reactive mind melalui sebuah teknik terapi regresif yang disebut proses audit, di mana seseorang harus mengalami kembali pengalaman di kehidupan yang lama agar dapat menghapus engram-nya.

Pada umumnya, proses audit dilakukan dengan alat bernama electropsychometer, atau E-meter. E-meter sering dibandingkan dengan detector kebohongan, mengukur perubahan arus listrik kecil di dalam tubuh, sebagai reaksi pertanyaan pengaudit. Penganut Scientology percaya bahwa alat itu bisa menangkap pikiran dari reactive mind dan dapat menyaring kebohongan dari alam bawah sadar.

Lain halnya dengan agama lain, Scientology menagih bayaran untuk semua praktek layanan keagamaannya. Proses audit dibeli dalam paket insentif selama 12,5 jam. Harga setiap paket AS$ 750 untuk sesi perkenalan hingga AS$ 8 ribu dan AS$ 9 ribu untuk sesi lebih lanjut. Melalui tahap menju pencerahan dalam Scientology yang disebut bridge to total freedom menghabiskan waktu bertahun-tahun dan biaya puluhan dan bahkan ratusan ribu dolar. Seorang Scientologist “senior” mengaku sudah menghabiskan AS$ 250 ribu atau setara Rp 2,3 miliar dalam waktu 20 tahun.

Permintaan akan uang yang tak ditutup-tutupi antara lain yang membuat banyak pengamat Scientology berpendapat seluruh operasi ini lebih pas disebut bisnis ketimbang agama. Apalagi, kemudian diketahui, Hubbard, yang sudah tak lagi sukses menjadi pengarang fiksi ilmiah pernah mengatakan begini pada 1940-an: “Saya ingin mendirikan sebuah agama. Uang ada di sana.”

***

Ada berbagai tahapan yang harus dilalui dalam Scientology menuju puncak Bridge. Yang terbilang senior adalah “Operating Thetan” atau OT. Tom Cruise, pada 2006 silam dalam artikel Reitman, dikatakan sudah dekat puncak Bridge, pada sebuah tingkat yang dikenal sebagai OT VII. OT adalah para elit Scientology, makhluk-makhluk penuh pencerahan yang kabarnya memiliki “kontrol” total terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Konon, OT dapat melakukan telepati hingga berkomunikasi dengan binatang. Pada tingkat tertinggi konon mereka bebas dari alam fisik, sehingga memiliki kontrol psikis terhadap apa yang disebut para Scientologist sebagai MEST: Matter, Energy, Space, and Time (Zat, Energi, Ruang dan Waktu).

Di antara kedelapan level OT, yang paling dinantikan adalah OT III, yang juga dikenal sebagai Wall of Fire. Di sinilah para Scientologist diberitakan rahasia alam semesta versi mereka, dan menurut beberapa orang, kisah terciptanya agama itu. Mereka diberi tahu bahwa pengetahuan itu begitu berbahaya, sehingga Scientologist yang belum siap bisa mati. Seorang petinggi Scientologist, Mike Rinder mengatakan, melihat materinya terlalu dini tidak baik secara spiritual.”

Setiap Scientologist yang akan melalui OT III harus dipastikan sudah siap terlebih dahulu. Mereka menandatangani surat perjanjian yang isinya tidak akan menyebutkan apa rahasia OT III, dan tidak menuntut gereja Scientology jika terjadi trauma atau kerusakan yang dapat terjadi dalam proses audit. Akhirnya, mereka diberi map yang harus dibaca di ruang terkunci.

Materi yang dirahasiakan itu akhirnya bocor juga, diterbitkan secara online oleh seorang mantan Scientologist. Isinya? Scientology berpendapat 75 juta tahun lalu, seorang panglima perang jahat bernama Xenu menguasai 76 planet di sudut galaksi ini, dan semuanya mengalami over populasi, kelebihan jumlah penduduk.

Untuk mengatasi masalah ini, Xenu mengumpulkan 13,5 triliun makhluk dan membawa mereka ke Bumi, di mana mereka dibuang ke dalam gunung berapi di seluruh planet dan dimusnahkan dengan bom. Ini membawa jiwa radioaktif, atau thetan, mereka tersebar ke mana-mana hingga terjerat dalam perangkap elektronik yang dipasang di sekitar atmosfir dan “ditanamkan” dalam sejumlah ide palsu—termasuk konsep Tuhan dan agama. Para Scientologist juga meyakini bahwa banyak makhluk-makhluk itu menempel pada manusia hingga hari ini, dan tak hanya menjadi akar dari semua masalah emosional dan fisik kita, tapi juga semua masalah di dunia modern.

Hubbard merasa perlu ada kisah tentang asal mula semuanya, seperti agama-agama lain. Versi Scientology ya sseperti di atas.

Walau sulit dipercaya akal, kenapa pula Scientology tetap diminati penganutnya?

Well, mungkin karena pada dasarnya Hubbard dan ajarannya menjanjikan bahwa dengan mempraktekkan sejumlah teknik tertentu, termasuk hipnotios, seseorang bebas dari sakit, kegelisahan, agresi, dan anti-sosial, serta mengembangkan ingatan sempurna dan kecerdasan luar biasa. Pada mula-mula, yang ditawarkan Scientology adalah perbaikan kualitas diri. Ini yang kemudian membuat orang terpikat dan pada gilirannya menjadi tunduk dan patuh.

Jika sejak awal Scientology langsung mengenalkan diri sebagai “agama dari alien” pasti langsung diemohi. Masuk akal bila kemudian materi soal asal-usul itu baru diberikan setelah melalui proses panjang.

(ade/ade)